cara menurunkan berat badan, cara diet sehat, cara mengecilkan perut, cara mengecilkan paha, radang tenggorokan

Sosok Penjaga Hutan Kalimantan

Hewan mistis sejenis harimau dahan sudah cukup familiar bagi masyarakat Dayak pedalaman disana, hewan mistis itu adalah penghuni sekaligus penjaga rimba raya Kalimantan Barat. Menurut masyarakat disana hewan tersebut bukan jenis satwa yang bisa dilihat oleh semua orang. Kebanyakan hanya bisa di dengar suaranya berupa bunyi sayup "kung, kung, kung". Suara dari hewan mistis itu begitu menggetarkan jiwa sekaligus menyeramkan bagi orang yang mendengarkanya.

Sosok Penjaga Hutan Kalimantan

Leluhur orang Dayak sejak dulu sudah memberi nama hewan tersebut dengan sebutan Kek Tung, Kek Tung sendiri bagi orang Dayak mempunyai makna Sang Penjaga Alam. Meski sebenarnya orang Dayak belum pernah melihat secara langsung Kek Tung, tapi orang Dayak sudah lama mempercayainya dari penuturan leluhurnya bahwa hewan tersebut berkulit hitam, berbadan besar, dan bersuara menggema.

Kek Tung ini dipercayai oleh orang Dayak karena orang Dayak sendiri sudah banyak yang mengalaminya sendiri, salah satunya Blasius, waktu itu Blasius saat tengah malam di pondok ladang, suasana sangat hening. Tiba-tiba ada suara serangga dan juga desah angin. Namun, sesekali terdengar suara ‘kung, kung, kung' yang sayup, tapi menggetarkan jiwa Blasius. Kejadian itu sangat berkesan bagi Blasius, hingga saat ini Blasius tidak bisa melupakan kejadian tersebut.

Biasanya kalau Kek Tung bersuara, itu pertanda bahwa buah-buahan di hutan akan melimpah atau malah sebaliknya panen ladang akan gagal atau terkena serangan sampar. Orang Dayak mempercayai kalau Kek Tung nyata dan sebagai bagian komponen alam. Kalaupun masyarakat menilainya mistis, itu sah-sah saja jika dikaitkan dengan kearifan tradisi. Suara Kek Tung cuma bisa didengar di kawasan hutan yang masih lestari, seperti rimba belantara yang belum terjamah tangan panas kapitalis.

Kepercayaan ini dibuktikan dengan hutan-hutan yang belum terjamah tangan kapitalis manusia seperti bukit Sedayang yang hingga kini masih dipenuhi oleh lebatnya buah durian, madu pohon, air jernih, udara segar, dan aneka hasil alam. Di bukit Sedayang ini pernah terdengar suara Kek Tung, dan sampai sekarang belum ada manusia yang berani (merusak) bukit Sedayang.



loading...
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Sosok Penjaga Hutan Kalimantan

0 comments:

Posting Komentar